image
Nats  : 2:3b-4

“Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga”.

Pendahuluan

Saudara ada kisah kuno yang masih menarik untuk kita perhatikan yakni kisah lima jari. Lima jari yang menganggap yang lainnya tidak sepenting dirinya, semuanya punya tugas dan fungsi yang berbeda, namun sama pentingnya.

Bagaimana Menerima orang lain? Milikilah sikap hidup: Rendah Hati dan tunjukkan kepedulianmu!

ISi

Rendah Hati
Rendah hati merupakan suatu karakter dan sikap hidup yang harus kita miliki. Dalam bacaan kita, Paulus mengacu kepada Yesus dengan sebuah teologia “kenosis”, istilah yang terkenal ketika membicarakan “Yesus yang mengosongkan diri”.
Kita tidak akan dapat membayangkan bahwa Allah yang MahaTinggi dan Maha Kuasa menjadikan diri-Nya sebagai manusia. Ini tindakan “kerendahan hati yang ekstrim”. Sehingga tidak seorang pun manusia yang katakan saya tidak bisa rendah hati.
Karakter rendah hati ini dikatakan jalan utama menerima orang lain.

Bai kaya maupun miskin hrs rendah hati. Miskin? Org miskin bisa tinggi hati karena ia membenci dan menghina yg kaya.

Orang yang rendah hati mampu melihat bahwa dia ada karena anugerah Allah

Seorang pria yang terpilih dalam Parlemen Inggris memboyong seluruh keluarganya ke London. Ia merasa bangga sewaktu menceritakan tentang pekerjaan barunya dan membawa mereka berkeliling kota. Tatkala melewati Westminster Abbey, putrinya yang berusia 8 tahun terpesona dengan besarnya bangunan yang indah itu. Lalu sang ayah yang tengah berbangga diri itu bertanya, “Sayang, apa yang sedang kaupikirkan?” Putrinya menyahut, “Ayah, sebelumnya aku berpikir betapa besarnya Ayah di dalam rumah kita, tetapi ternyata kini aku melihat betapa kecilnya Ayah di sini!”

KITA SANGAT KECIL DAN TAK ADA YANG DAPAT DIBANGGAKAN
Kita kecil dalam dunia ciptaan Allah ini

Orang rendah hati mampu menerima kekurangan orang lain karena dia sadar bahwa dia tidak luput dari kesalahan dan rentan kesalahan
Orang rendah hati selalu menganggap orang lain utama.
Dan orang rendah hati mengerti pentingnya bersyukur atas hidup ini!

2. Peduli / Care
Kerendahan hati perlu dibarengi dengan sikap Care. Ini adalah hal yang sulit didapatkan pada zaman kini. Apalagi dengan berkembangnya teknologi, maka “yang dekat jadi jauh dan yang jauh jadi dekat”. Juga karena persaingan pekerjaan makin ketat, maka hal-hal itu membuat manusia makin individualistik.
Alkitab katakan apa?
Hendaklah kamu sehati, sepikir, satu kasih, satu jiwa dan satu tujuan, itu menggambarkan panggilan untuk bersatu dan bertindak bersama-sama

Jadi kekristenan tidak dipengaruhi dunia melainkan menggarami dunia dengan menunjukkan iman kita melalui Care atau kepedulian. Sudahlah saudara, kita tidak bicara tentang panti asuhan atau yang lain-lain, hal paling dekat dulu dengan kita, seperti Paulus dalam konteks ini mendorong jemaat di Filipi untuk coba care dengan anggota yang lain.

“…janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga”.

Sebagimana kita mementingkan diri kita, begitu juga kita memikirkan kepentingan orang lain. Turut merasakan apa yang mereka rasakan.

Saudara, Care beda dengan “ikut campur” atau intervensi. Care adalah motivasi yang baik dan menempatkan diri kita dengan baik, serta mengerti batasan-batasan privasi. Sehingga Care kita menjadi berkat. Hal paling kecil ketika kita menunjukkan Care kita adalah “senyum manis”, salaman dengan “simpatik”, Doakan teman-teman kita.

Jadi tidak hanya hiasan di bibir, menyanyi tentang kasih, dengan Firman kita menyahut “amin” dll.
Kristus memberikan kita contoh konkret mengenai Care! Bahkan Ia beitu peduli kepada kita dengan memberikan nyawanya sebagai tebusan tanpa memandang latar belakang dan pendidikan kita.

Ilustrasi :

Sekelompok orang berpakaian rapi sedang tergesa-gesa menuju suatu tempat. Ketika mereka berjalan, mereka menambrak seorang gadis buta penjual buah-buahan. Karenajang buah gadis itu terjatuh dan orang banyak itu tetap berjalan tanpa peduli. Tetapi seorang pemuda berhenti dan memungut buah-buah itu dan meletakkan kembali ke keranjang. Gadis buta ini kemudian bertanya, “apakah engkau Yesus?”

Aplikasi
Perhatikan, kepedulian yang diberikan tidak besar, namun membuat sebuah dampak yang besar. Kita dipanggil untuk peduli seperti Kristus peduli. Dan peduli hanya bisa dilakukan oleh mereka yang rendah hati.