silhouettes-of-happy-family-running-on-a-sunset-background_rlp-dcr5_thumbnail-full01

Channel Youtube : harapansalib

Membangun Pondasi Keluarga
Nats Alkitab : Matius 7:24-27

Bagian ini hanya ada satu kata yang penting yaitu 3 D, apa itu 3 D?  Di bagian akhir kita akan melihat arti 3 D dengan jelas.

Kisah ini menceritakan dua macam manusia yang sebenarnya merupakan gambaran semua manusia bahkan keluarga dalam dunia ini.

2 orang ini dikisahkan mendirikan masing-masing sebuah bangunan, jarak bangunan mereka tidak berdempetan tetapi mungkin ada beberapa meter jauhnya dan mereka bisa saling melihat. Orang pertama menggali pondasi dengan menggali pasir dan lempung (tanah liat) sampai dalam sekali bertemu dengan batu di dasar tanah. Orang yang kedua juga menggali tetapi tentu tidak sedalam orang yang pertama.

Orang yang kedua melihat orang pertama sambil menggelengkan kepalanya kerena melihat orang yang pertama bermandikan keringat. Muncul dalam pikiran orang yang kedua ini, ngapainn kamu menggali dalam-dalam, membuang waktumu saja. bagi orang yang kedua waktu adalah sesuatu yang berharga, bukan berarti orang pertama tidak menghargai waktu. Hanya cara menerjemahkan waktu mereka masing-masing berbeda.

Bagi orang pertama, waktu harus dijalani dengan melakukan sesuatu dengan sebaik-baiknya, walaupun memakan waktu cukup lama yang pokok adalah apa yang dikerjakan harus maksimal dan sesuai aturannya. Tetapi orang yang kedua memaknai waktu secara instant, yang penting cepat dan selesai. Belum lagi ia berpikir…..kalau mengerjakannya lama tentu finansial makin membengkak, bukankah nilai uang menjamin sebuah kenyamanan?

Saudara, dalam kaitannya dengan keluarga bukankah hal ini ada kemiripannya? Bagi sebagian keluarga, mereka menjadikan keluarga sebagai tempat dimana saling mengenal dengan dalam dan bukan waktu yang singkat mengenal satu dengan yang lain. Ketika keluarga itu menggali semakin dalam berarti mereka makin melihat dan makin mengenal pasangannya. Makin dia mengenal pasangannya makin dia tahu keunikan pasangannya.
Dan omong kosong bahwa keluarga bahagia itu bisa dibangun 1-2 atau 3 tahun, karena keluarga harus diuji dengan gelombang dan badai. Kalau pondasinya digali tidak bertemu dengan batu maka bangunan di atasnya akan rubuh berantakan – itu yang Yesus katakan.

Sebagian keluarga yang lain, memngun keluarganya dengan pondasi pasir, artinya, kebahagian keluarga tidak usah terlalu peduli masalah iman, masalah saling mengenal dalam-dalam, yang penting instant aja, ada harta berlimpah istri dan anak gembira. Tidak mau susah, tidak mau ada pengorbanan dan perjuangan. Ingat, Yesus mengatakan apabila badai dan gelombang datang, keluarga itu akan runtuh sebab dibangun bukan di atas batu.

Apakah Batu itu? Sehingga Batu itu menentukan kuatnya sebuah keluarga? Batu itu adalah orang ke tiga, tetapi bukan manusia biasa, melainkan Anak Manusia yang kita sebut Yesus.

Bersama Yesus teruslah 3D (dig down deep)

Menggali pengenalan terhadap pasangan sehingga muncul hati yang saling menghormati
Menggali diri sendiri agar bertumbuh menjadi suami/istri yang soleha
Menggali sampai bertemu batu dan bangun keluargamu di atas batu itu.