600px-Gospel_of_Luke_Chapter_24-19_(Bible_Illustrations_by_Sweet_Media)

Peristiwa ini terjadi setelah kebangkitan Yesus. Entah apa yang terjadi, Yesus seperti biasa perutnya keroncongan alias lapar. Sungguh-sungguh Ia manusia seutuhnya yang membutuhkan makanan seperti kita bahkan Ia pun pasti minum air putih setelah melahap sepotong ikan goreng.
Ada teologi yang mengatakan bahwa, pasca kebangkitan, tubuh Yesus berubah menjadi tubuh penuh kemuliaan, Ia tidak butuh makanan, lihat saja ketika Ia menembus dinding dan muncul di tengah para murid dalam kondisi pintu terkunci. Apakah tubuh Yesus tidak sama atau mengalami perubahan sebelum dan setelah kebangkitan?
Kalau kita percaya Ia adalah Allah dari awalnya, maka sebenarnya jawabannya sederhana, yaitu Ia tidak berubah. Apanya yang berubah? Dari awal Ia suci, tubuhNya bukan seperti tubuh manusia yang dikandung dosa, tubuh-Nya memang daging namun esensi tubuh-Nya tidak mengandung dosa.
Lihat saja ketika Ia menunjukkan kedua belah tangan-Nya kepada Tomas, di situ berlubang paku, dan para muridpun mengenal-Nya sebagai Yesus yang mereka kenal selama ini. Masalah menembus dinding? Itu salah satu mujizat yang tidak berbeda kadar hebatnya dengan membangkitkan orang mati. Yang jelas, Ia tidak berubah, bukan hanya tubuh tetapi juga oragan tubuh-Nya. Ia lapar dan nikmatilah ikan goreng.